GURU DI NILAI TAK BISA BEDAKAN DISIPLIN DENGAN KEKERASAN OLEH KPAI

Assalamualaikum.wr.wb...SALAM SEJAHTERA para pembaca sekalian kali ini Info Berita Pendidikan akan menyampaikan berita terkait GURU DI NILAI TAK BISA BEDAKAN DISIPLIN DENGAN KEKERASAN OLEH KPAI. Simak berita selengkapnya berikut ini.



GURU DI NILAI TAK BISA BEDAKAN DISIPLIN DENGAN KEKERASAN OLEH KPAI
ilustrasi guru


Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto menilai ikhtiar mewujudkan Depok sebagai kota layak anak perlu didukung oleh semua elemen, terutama guru dan orang tua. Perubahan perilaku masyarakat tak bisa hanya mengandalkan pemerintah kota.

"Masyarakat harus berubah perilakunya, mulai perilaku pengasuhan, perilaku pendidikan, perilaku pendisiplinan, perilaku sosial bahkan perilaku politiknya," kata Susanto dalam Talkshow & Santunan Yatim bersama Alfamart di Margo City, Depok, Sabtu sore (11/6/2016).

Susanto menambahkan saat ini masih banyak pola asuh yang bermuatan kekerasan. Menurutnya hal itu harus diubah, tak boleh dirawat dalam keluarga.

"Tak sedikit guru yang dalam pola pendisiplinan men-sahih-kan dengan pendekatan kekerasan. Ini tak boleh terjadi. Di pihak lain, isu anak masih belum menjadi isu prioritas para politisi. Ini harus diakui. Kondisi ini harus diubah, jika Depok ingin mewujudkan kota layak anak," tukasnya.

Kepala Bidang Perlindungan Anak Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (BPMK) Epi Yanti mengatakan sekolah rumah anak terus diwujudkan untuk memenuhi hak dasar anak. Forum anak serta RW layak anak juga menjadi salah satu upaya mewujudkan kota layak anak.

Menurutnya ada tiga faktor yang menyebabkan kasus kekerasan yang terjadi pada anak di Kota Depok, yakni keluarga, ekonomi, dan teknologi. Ia menjelaskan, faktor ekonomi erat kaitannya dengan keluarga, seperti orangtua yang terlalu sibuk mencari uang bisa menyebabkan anak tidak terkontrol pengawasannya.

"Apalagi kasus anak dihamili ayah kandung baru -  baru ini juga jadi pukulan berat. Semestinya di dalam keluarga ada  berbagi peran antara ayah dan ibu dalam memberikan perhatian kepada anak," kata Epi.

Sumber : rimanews
Sekian Info Berita Pendidikan yang bisa kami sampaikan semoga bermanfaat dan terima kasih atas kunjungan anda sekalian.
jangan lupa like fans page kami dan silahkan di SHARE!!!