Assalamualaikum.wr.wb...Salam sejahtera rekan-rekan sekalian kali ini
Info Berita Pendidikan akan menyampaikan berita tentang Insentif Guru-Guru MA dan MTs Turun Rp50 Ribu, simak berita
selengkapnya berikut ini.
![]() |
| ilustrasi guru |
Besaran anggaran insentif guru madrasah di wilayah Kepulauan Meranti, pembayarannya akan disesuaikan dengan anggaran yang ada. Karenanya, pada tahun 2016 ini pembayaran insentif rata-rata turun Rp50 ribu.
Kepala Seksi Pendidikan Kemenag Kepulauan Meranti, H efendi SAg yang dikonfirmasi, Selasa (21/6/2016), menegaskan bahwa pembayaran insentif guru madrasah belum dilakukan, karena pengajuan bantuan hibah sedang diajukan ke Pemkab Meranti.
Meski begitu, pihak Kemenag Kepulauan Meranti sudah mulai merancang dan menghitung besaran anggaran insentif yang akan diterima oleh masing-masing guru madrasah yang bertugas di wilayah Kepulauan Meranti. Dari penerimaan tahun lalu, direncanakan untuk guru MA dan MTs turun sebesar Rp50 ribu.
Untuk guru Madrasah ALiyah (MA), jika pada tahun 2015 lalu menerima insentif sebesar Rp900 ribu per bulannya, tahun 2016 ini rencananya akan menerima sebesar Rp850.000. Sedangkanbagi guru MTs yang tahun lalu menerima sebesar Rp800.000, maka pada tahun 2016 ini direncanakan akan menerima Rp750.000.
Namun, khusus untuk guru MI dan MDTA serta guru TU, rencananya tetap akan menerima sama dengan tahun lalu, yakni sebesar Rp600.000. Selain itu, untuk guru ngaji juga akan menerima sebesar Rp250 000 setiap bulannya.
"Ini baru rancangan yang akan kami laksanakan. Kenapa untuk guru MA dan MTs turun, karena kami menyesuaikan dengan anggaran. Sebab saat ini kami harus menyesuaikan dengan anggaran sehingga semua guru bisa mendapatkan insentif dari Pemerintah yang dititipkan lewat anggaran hibah ini," sebut H Pendi.
Dia juga belum bisa memastikan kapan akan dilakukan pembayaran. Seba, masih menunggu pencairan hibah dari Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD).
"Jadi, tergantung dari DPPKAD. Kalau memang bisa sebelum lebaran dicairkan, maka kami akan upayakan salurkan sebelum lebaran," sebutnya.
Namun dalam rencana pembayaran nantinya akan dilakukan dengan mentransferkannya ke rekening masing-masing sekolah. Kemudian, sekolah yang akan menyalurkannya ke masing-masing guru.
"Kami minta sekolah membayarkan insentif ini sesuai dengan amprah yang kami buat. Kami minta penyaluran dibayar utuh dan tidak dilakukan pemotongan," tambah Kasi Pendidikan Kemenag Kepulauan Meranti itu.
Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Bantuan Tidak Langsung, Alamsyah Al Mubaraq MSi, mengaku bahwa sudah menerima pengajuan pencairan hibah bagi guru madrasah di Kepulauan Meranti. Pihaknya berencana akan mencairkan sebesar Rp2,2 miliar.
"Memang masih sangat kecil, dan baru untuk pembayaran satu bulan insentif. Hal itu karena keterbatasan anggaran kami saat ini. Pencairannya sedang dalam proses," kata Mubaraq saat ditemui di kantornya. (amy)
Demikian Info Berita Pendidikan yang bisa kami sampaikan semoga bermanfaat dan terima kasih atas kunjungan anda sekalian.
Kepala Seksi Pendidikan Kemenag Kepulauan Meranti, H efendi SAg yang dikonfirmasi, Selasa (21/6/2016), menegaskan bahwa pembayaran insentif guru madrasah belum dilakukan, karena pengajuan bantuan hibah sedang diajukan ke Pemkab Meranti.
Meski begitu, pihak Kemenag Kepulauan Meranti sudah mulai merancang dan menghitung besaran anggaran insentif yang akan diterima oleh masing-masing guru madrasah yang bertugas di wilayah Kepulauan Meranti. Dari penerimaan tahun lalu, direncanakan untuk guru MA dan MTs turun sebesar Rp50 ribu.
Untuk guru Madrasah ALiyah (MA), jika pada tahun 2015 lalu menerima insentif sebesar Rp900 ribu per bulannya, tahun 2016 ini rencananya akan menerima sebesar Rp850.000. Sedangkanbagi guru MTs yang tahun lalu menerima sebesar Rp800.000, maka pada tahun 2016 ini direncanakan akan menerima Rp750.000.
Namun, khusus untuk guru MI dan MDTA serta guru TU, rencananya tetap akan menerima sama dengan tahun lalu, yakni sebesar Rp600.000. Selain itu, untuk guru ngaji juga akan menerima sebesar Rp250 000 setiap bulannya.
"Ini baru rancangan yang akan kami laksanakan. Kenapa untuk guru MA dan MTs turun, karena kami menyesuaikan dengan anggaran. Sebab saat ini kami harus menyesuaikan dengan anggaran sehingga semua guru bisa mendapatkan insentif dari Pemerintah yang dititipkan lewat anggaran hibah ini," sebut H Pendi.
Dia juga belum bisa memastikan kapan akan dilakukan pembayaran. Seba, masih menunggu pencairan hibah dari Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD).
"Jadi, tergantung dari DPPKAD. Kalau memang bisa sebelum lebaran dicairkan, maka kami akan upayakan salurkan sebelum lebaran," sebutnya.
Namun dalam rencana pembayaran nantinya akan dilakukan dengan mentransferkannya ke rekening masing-masing sekolah. Kemudian, sekolah yang akan menyalurkannya ke masing-masing guru.
"Kami minta sekolah membayarkan insentif ini sesuai dengan amprah yang kami buat. Kami minta penyaluran dibayar utuh dan tidak dilakukan pemotongan," tambah Kasi Pendidikan Kemenag Kepulauan Meranti itu.
Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Bantuan Tidak Langsung, Alamsyah Al Mubaraq MSi, mengaku bahwa sudah menerima pengajuan pencairan hibah bagi guru madrasah di Kepulauan Meranti. Pihaknya berencana akan mencairkan sebesar Rp2,2 miliar.
"Memang masih sangat kecil, dan baru untuk pembayaran satu bulan insentif. Hal itu karena keterbatasan anggaran kami saat ini. Pencairannya sedang dalam proses," kata Mubaraq saat ditemui di kantornya. (amy)
Sumber : riaupos
Demikian Info Berita Pendidikan yang bisa kami sampaikan semoga bermanfaat dan terima kasih atas kunjungan anda sekalian.
jangan
lupa like fans page kami dan silahkan di SHARE!!!
