Assalamualaikum.wr.wb...
Salam sejahtera rekan-rekan sekalian kali ini Info Berita Pendidikan akan menyampaikan berita terkait Guru Ini Enggan Jadi Kepala Sekolah, Karena Tunjangan Hanya Rp 125.000, simak berita selengkapnya berikut ini.
Jabatan kepala sekolah (kepsek) tingkat Sekolah Dasar (SD) di Pamekasan, Jawa Timur ternyata tidak diminati para guru. Guru enggan menduduki jabatan tertinggi di sekolah itu karena tunjangan yang diterima dinilai terlalu kecil.
Seperti disampaikan Joni Karyo, Kepala SD di Cenlecen, Kecamatan Pakong. Menurut dia, banyak guru yang tidak berminat ketika diajak ikut seleksi kepala sekolah. Mereka menilai tanggung jawab dan tugas yang diemban kepsek tidak seimbang dengan tunjangan diberikan oleh pemerintah.
"Tunjangan kepsek sebulan hanya Rp 125.000 sehingga guru malas mau jadi Kepsek," sebut Joni, Selasa (6/7/2016).
Dia berharap, Pemkab Pamekasan membuat terobosan baru agar jabatan kepsek diminati para guru. Salah satunya dengan cara meningkatkan kesejahteraannya.
"Bayangkan saja pekerjaan kepsek itu kadang sampai dibawa ke rumah hingga larut malam karena waktu di sekolah sudah tidak cukup. Kalau tidak imbang dengan kesejahteraannya, mending jadi guru biasa saja," ujarnya.
Menanggapi hal itu, Bupati Pamekasan Achmad Syafik berjanji akan mencari solusi agar rekrutmen kepsek tingkat SD diminati para guru.
Mengenai usulan kenaikan tunjangan, juga bisa menjadi salah satu alternatif meskipun harus dipertimbangkan. Sebab guru sudah mendapatkan tunjangan profesi dan gaji ke-13.
"Jangan jadikan alasan tunjangan kecil kemudian guru tidak mau jadi kepsek. Pemkab akan berupaya memikirkan kesejahteraan kepsek," ungkap Achmad Syafii.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan, Apik menyayangkan rendahnya tunjangan yang diterima kepsek. Menurut diam kepsek memiliki tanggung jawab yang tidak sederhana.
Oleh karena itu, lanjutnya, Pemkab Pamekasan seharusnya menaikkan tunjangan mereka. Apalagi anggaran untuk Dinas Pendidikan di Kabupaten Pamekasan sudah melebihi dari 20 persen dari total anggaran.
"Katanya Pamekasan ini kota pendidikan. Kalau tunjangan kepsek tingkat SD hanya Rp 125.000 perbulan, jangan harap pendidikan di Pamekasan maju," ungkap Apik.
Sumber : http://regional.kompas.com/
Sekian INFO BERITA PENDIDIKAN yang bisa kami sampaikan terkait Guru Ini Enggan Jadi Kepala Sekolah, Karena Tunjangan Hanya Rp 125.000 semoga bermanfaat jangan lupa LIKE FANS PAGE dan silahkan di SHARE Terima kasih atas kunjungan anda.
Salam sejahtera rekan-rekan sekalian kali ini Info Berita Pendidikan akan menyampaikan berita terkait Guru Ini Enggan Jadi Kepala Sekolah, Karena Tunjangan Hanya Rp 125.000, simak berita selengkapnya berikut ini.
Jabatan kepala sekolah (kepsek) tingkat Sekolah Dasar (SD) di Pamekasan, Jawa Timur ternyata tidak diminati para guru. Guru enggan menduduki jabatan tertinggi di sekolah itu karena tunjangan yang diterima dinilai terlalu kecil.
![]() |
| Guru Ini Enggan Jadi Kepala Sekolah, Karena Tunjangan Hanya Rp 125.000 |
Seperti disampaikan Joni Karyo, Kepala SD di Cenlecen, Kecamatan Pakong. Menurut dia, banyak guru yang tidak berminat ketika diajak ikut seleksi kepala sekolah. Mereka menilai tanggung jawab dan tugas yang diemban kepsek tidak seimbang dengan tunjangan diberikan oleh pemerintah.
"Tunjangan kepsek sebulan hanya Rp 125.000 sehingga guru malas mau jadi Kepsek," sebut Joni, Selasa (6/7/2016).
Dia berharap, Pemkab Pamekasan membuat terobosan baru agar jabatan kepsek diminati para guru. Salah satunya dengan cara meningkatkan kesejahteraannya.
"Bayangkan saja pekerjaan kepsek itu kadang sampai dibawa ke rumah hingga larut malam karena waktu di sekolah sudah tidak cukup. Kalau tidak imbang dengan kesejahteraannya, mending jadi guru biasa saja," ujarnya.
Menanggapi hal itu, Bupati Pamekasan Achmad Syafik berjanji akan mencari solusi agar rekrutmen kepsek tingkat SD diminati para guru.
Mengenai usulan kenaikan tunjangan, juga bisa menjadi salah satu alternatif meskipun harus dipertimbangkan. Sebab guru sudah mendapatkan tunjangan profesi dan gaji ke-13.
"Jangan jadikan alasan tunjangan kecil kemudian guru tidak mau jadi kepsek. Pemkab akan berupaya memikirkan kesejahteraan kepsek," ungkap Achmad Syafii.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan, Apik menyayangkan rendahnya tunjangan yang diterima kepsek. Menurut diam kepsek memiliki tanggung jawab yang tidak sederhana.
Oleh karena itu, lanjutnya, Pemkab Pamekasan seharusnya menaikkan tunjangan mereka. Apalagi anggaran untuk Dinas Pendidikan di Kabupaten Pamekasan sudah melebihi dari 20 persen dari total anggaran.
"Katanya Pamekasan ini kota pendidikan. Kalau tunjangan kepsek tingkat SD hanya Rp 125.000 perbulan, jangan harap pendidikan di Pamekasan maju," ungkap Apik.
Sumber : http://regional.kompas.com/
Sekian INFO BERITA PENDIDIKAN yang bisa kami sampaikan terkait Guru Ini Enggan Jadi Kepala Sekolah, Karena Tunjangan Hanya Rp 125.000 semoga bermanfaat jangan lupa LIKE FANS PAGE dan silahkan di SHARE Terima kasih atas kunjungan anda.
