Info Berita mengabarkan dari Posko pengaduan ujian nasional (UN) Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mendapat laporan soal UN bahasa Inggris SMP bocor. Sekjen FSGI, Retno Listyarti mengatakan, FSGI menduga pembocoran soal ini terjadi di Google Drive.
![]() |
| ilustrasi |
Retno menuturkan, FSGI menerima laporan ini dari seorang guru bahasa Inggris yang menjadi pengawas di salah satu sekolah di Jakarta. Pengawas tersebut mendapatkan siswa membawa kunci jawaban dan saat dicocokan dengan soal ternyata cocok.
"Pada UN hari keempat, FSGI menerima satu email laporan dari seorang guru yang menyampaikan bahwa soal UN SMP bahasa Inggris diduga bocor di aplikasi Google Drive. Sang pelapor juga menyertakan hasil download dari aplikasi tersebut," kata Retno di Gedung Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud),Jakarta, Kamis(12/5) petang.
Retno mengatakan, untuk menindaklanjuti kasus ini, pihaknya menemui Irjen Kemdikbud Daryanto. Namun, Irjen tidak berada di tempat ketika ditemui FSGI sore ini. Sehingga Retno menitipkan berkas laporan kepada Tim posko UN di bawah naungan Irjen.
Mantan Kepala Sekolah SMAN 3 Setia Budi ini mengatakan, sebagai bukti, FSGI menyertakan semua dokumen pengaduan yang diterima posko UN FSGI sejak Minggu hingga Kamis (12/5) yang merupakan hari terakhir pelaksanaan UN SMP. Dokumen itu seperti, kunci jawaban mata pelajaran UN mulai dari hari pertama, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, bahasa Inggris, dan IPA.
Retno menuturkan, maraknya jual beli kunci jawaban dan dugaan kebocoran soal bahasa Inggris di aplikasi Google Drive, maka FSGI berharap polisi dapat mengusut tuntas mafia dan menghukum para tersangka. Pasalnya, pada 2015, kasus pembocoran soal di Google Drive pernah terjadi dan hingga saat ini tidak ada kejelasan penyelesaian kasus tersebut.
"Kasus ini seperti dipetieskan. Selama kasus-kasus serupa ini tidak pernah dibongkar dan ditindak tegas maka kecurangan dan jual beli soal dan kunci jawaban tidak akan pernah berhenti," kata Retno.
Dia juga mengatakan, selama empat hari ini, FSGI menerima total 15 laporan dari 11 kabupaten/kota, meliputi Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Kota Medan, Bekasi, Bandung, Garut, Makassar, Bima, dan Mataram.
Retno menuturkan, laporan diterima posko FSGI melalui media sosial, seperti inbox Facebook sebanyak dua laporan, email pengaduan FSGI tujuh laporan, pesan singkat/SMS satu laporan, dan telepon sebanyak empat laporan, serta melalui WhatsApp 50 laporan.
Adapun laporan lain yang diterima FSGI adalah, sulitnya soal matematika karena tidak sesuai dengan kisi-kisi soal. Laporan ini diterima dari pengaduan para orangtua siswa. mereka melaporkan jika soal yang diujikan tidak pernah diajarkan ke siswa.
"FGSI juga menerima pengaduan jika siswa kesulitan mengerjakan soal UN Matematika dari orangtua siswa. Rata- rata mereka berasal dari Jakarta, Bandung, Garut, dan Bima. Mereka mengeluhkan jika soal ujian matematika tidak ada dalam kisi- kisi soal dan tidak pernah diajarkan atau dipelajari para siswa," ujar dia.
Untuk masalah sulitnya UN Matematika SMP, Retno mengatakan perlu ada tindak lanjut dari Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) dan seluruh pihak yang terlibat dalam pembuat soal UN matematika tersebut.
Sebelumnya, Kepala Kapuspendik Prof Nizam mengatakan, pemerintah telah mengubah komponen kisi-kisi UN. Adapun perubahan komponen ini meliputi, memahami, mengaplikasikan, dan menalar. Hal ini yang membuat banyak guru dan siswa mengeluh jika soal UN 2016 sulit.
Pasalnya, pada kisi-kisi UN 2016 ini, panitia UN tidak menyediakan lagi kisi-kisi yang menyerupai soal UN. Seperti diketahui selama ini, kisi- kisi UN menyerupai soal UN yang akan diujikan. Hal ini yang membuat guru dan siswa cenderung belajar hanya untuk UN sehingga mengabaikan kurikulum pembelajaran nasional.
"Perubahan kisi-kisi UN diberlakukan mulai 2016 ini. Tujuannya agar siswa dan guru tidak belajar hanya untuk UN, tetapi belajar untuk menuntaskan kurikulum nasional," kata Nizam.
"Pada UN hari keempat, FSGI menerima satu email laporan dari seorang guru yang menyampaikan bahwa soal UN SMP bahasa Inggris diduga bocor di aplikasi Google Drive. Sang pelapor juga menyertakan hasil download dari aplikasi tersebut," kata Retno di Gedung Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud),Jakarta, Kamis(12/5) petang.
Retno mengatakan, untuk menindaklanjuti kasus ini, pihaknya menemui Irjen Kemdikbud Daryanto. Namun, Irjen tidak berada di tempat ketika ditemui FSGI sore ini. Sehingga Retno menitipkan berkas laporan kepada Tim posko UN di bawah naungan Irjen.
Mantan Kepala Sekolah SMAN 3 Setia Budi ini mengatakan, sebagai bukti, FSGI menyertakan semua dokumen pengaduan yang diterima posko UN FSGI sejak Minggu hingga Kamis (12/5) yang merupakan hari terakhir pelaksanaan UN SMP. Dokumen itu seperti, kunci jawaban mata pelajaran UN mulai dari hari pertama, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, bahasa Inggris, dan IPA.
Retno menuturkan, maraknya jual beli kunci jawaban dan dugaan kebocoran soal bahasa Inggris di aplikasi Google Drive, maka FSGI berharap polisi dapat mengusut tuntas mafia dan menghukum para tersangka. Pasalnya, pada 2015, kasus pembocoran soal di Google Drive pernah terjadi dan hingga saat ini tidak ada kejelasan penyelesaian kasus tersebut.
"Kasus ini seperti dipetieskan. Selama kasus-kasus serupa ini tidak pernah dibongkar dan ditindak tegas maka kecurangan dan jual beli soal dan kunci jawaban tidak akan pernah berhenti," kata Retno.
Dia juga mengatakan, selama empat hari ini, FSGI menerima total 15 laporan dari 11 kabupaten/kota, meliputi Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Kota Medan, Bekasi, Bandung, Garut, Makassar, Bima, dan Mataram.
Retno menuturkan, laporan diterima posko FSGI melalui media sosial, seperti inbox Facebook sebanyak dua laporan, email pengaduan FSGI tujuh laporan, pesan singkat/SMS satu laporan, dan telepon sebanyak empat laporan, serta melalui WhatsApp 50 laporan.
Adapun laporan lain yang diterima FSGI adalah, sulitnya soal matematika karena tidak sesuai dengan kisi-kisi soal. Laporan ini diterima dari pengaduan para orangtua siswa. mereka melaporkan jika soal yang diujikan tidak pernah diajarkan ke siswa.
"FGSI juga menerima pengaduan jika siswa kesulitan mengerjakan soal UN Matematika dari orangtua siswa. Rata- rata mereka berasal dari Jakarta, Bandung, Garut, dan Bima. Mereka mengeluhkan jika soal ujian matematika tidak ada dalam kisi- kisi soal dan tidak pernah diajarkan atau dipelajari para siswa," ujar dia.
Untuk masalah sulitnya UN Matematika SMP, Retno mengatakan perlu ada tindak lanjut dari Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) dan seluruh pihak yang terlibat dalam pembuat soal UN matematika tersebut.
Sebelumnya, Kepala Kapuspendik Prof Nizam mengatakan, pemerintah telah mengubah komponen kisi-kisi UN. Adapun perubahan komponen ini meliputi, memahami, mengaplikasikan, dan menalar. Hal ini yang membuat banyak guru dan siswa mengeluh jika soal UN 2016 sulit.
Pasalnya, pada kisi-kisi UN 2016 ini, panitia UN tidak menyediakan lagi kisi-kisi yang menyerupai soal UN. Seperti diketahui selama ini, kisi- kisi UN menyerupai soal UN yang akan diujikan. Hal ini yang membuat guru dan siswa cenderung belajar hanya untuk UN sehingga mengabaikan kurikulum pembelajaran nasional.
"Perubahan kisi-kisi UN diberlakukan mulai 2016 ini. Tujuannya agar siswa dan guru tidak belajar hanya untuk UN, tetapi belajar untuk menuntaskan kurikulum nasional," kata Nizam.
Sumber : beritasatu
Demikian Info Berita Pendidikan tentang bocornya Soal UN Bahasa Inggris, semoga bermanfaat.
